aku tidak bisa jadi SEMUAnya

6 06 2007

dulu ketika aku masih kecil,
aku ingin jadi dokter,
sempat terpikir untuk jadi menteri,
lalu aku mengebiri semua mimpi,

terlintas ingin menjadi insinyur,
berharap menciptakan berjuta alat,
untuk membantu umat manusia,

mimpipun kandas,
ketika aku mulai melirik ‘menulis’,
belajar memotret,
bukan saja obyek mati,
tetapi potret kehidupan sekitar kita,

mendadak menyeberang,
masuk dunia hingar bingar,
industri musik,
ranah hiburan,
bergelimpangan harta juga duka,
hidupku menjadi bising,

kembali pulang,
memulai bisnis,
menekuninya,
sekian lama,
harga diri menghentikannya,

tergoda kembali,
menyambangi band-band-an..

namun aku harus memilih,

kini aku kembali menulis,
melihat,
memotret kehidupan mereka,
sesamaku,
hidupnya,
hidupku,
hidup kalian,

aku tidak bisa menjadi semuanya,

aku adalah aku,

::: I don’t be anything, but something :::





jangan pernah kalian menuliskannya sebagai “in memoriam”

6 06 2007

in memoriam

 

tanpa ada deretan kata selanjutnya,

hanya kumpulan gambar ditata,

beriring dentingan nada.

 

begitu menyayat,

mengingat polah tingkah,

juga kesungguhan mereka,

kala itu…

 

menyanyikannya dengan hati,

melagukannya dengan rasa,

memainkannya berselimut jiwa.

 

tiada kepura-an,

kala mereka harus menangis,

saat mereka tertunduk,

atau berteriak marah,

bergerak dan terus bergerak,

hempaskan lara..

 

yang terekam jelas dalam suatu senja di pagihari,

dan terujar di deretan hari ini kami mencintai diri kami sendiri,

 

itu bukanlah kematian yang harus dikenangkan,

itu hanyalah bagian kehidupan,

 

itu bukan “in memoriam “, kawan…

itu adalah pieces of life…





saya bukan pecundang, saya hanya memilih patah hati

6 06 2007

saya merasakan kesepian sangat,
saya lirih berujar,
saya merindukannya,

saya menjadi tidak berkuasa akan diri saya,
saya terhimpit,
dan hari-hari belakangan ini,
saya disudutkan kenyataan,

saya bahagia ketika bersamanya,
saya menjadi manusia yang utuh dan merasa,

namun,
saya menjadi egois,
saya meninggalkan kehidupan saya yang biasanya,
saya terlupa akan teman,
saya ingin memiliki yang bukan milik saya,
saya bersimpuh dalam pelukan hangat,
saya terluka bila tak menatapnya,
saya dimanjakan oleh senyum indahnya,
saya terpenjara dalam mimpi untuk menemaninya,
saya bersalah untuk itu..

saya sudah berjuang untuk cinta yang saya yakini,
untuk memahami dirinya,
dengan setiap keterbatasan saya,
maaf,
saya terlalu bodoh,
saya membuatmu sesak,
saya juga terdesak,

dan hari ini saya memilih untuk patah hati.

saya menyayangimu kemarin, hari ini, esok dan lusa nanti…
sungguh,
hanya saya tahu, kamu bukan untukku,
kamu terlalu sempurna,
untuk sosok hina,
seperti saya,
maaf,
saya menyimpan dengan rapi cinta saya untukmu,
kini dan kelak.

::: terima kasih aku boleh mengenalmu :::





meski PSK, saya idealis!

6 06 2007

apapun hasilnya yang penting selalu berkarya dan berkarya
karena hidup bukan untuk mengeluh lalu mengaduh
melainkan untuk bekerja membalik tanah,
mengukir cakrawala,
dan memasuki rahasia semesta,
hingga dapat kita pahami…
untuk apa kita hadir di dunia.

mari terus berkarya..

::: untuk teman-teman dan saya sendiri yang menjadi PSK :::





electricity flowers

6 06 2007

electricity flowers





percakapan yang melelahkan

6 06 2007

akhirnya berakhir sudah,
percakapan panjang nan melelahkan,
mengurai air mata juga logika,
bijak itu telah menyingkir,
bersisa hati yang terluka,
bukan satu namun dua,
aku dan dia diujung sana,

maafkan…
bila tiada memperjuangkanmu,
atau,
melindungimu dari sasaran tembak itu!
dalam pikirmu,

yang pasti..
dari dulu aku selalu mendoakan yang terbaik selalu terjadi atas dirimu,

karena hanya dengan cara itu, aku menyayangimu…

::: lanjutkan hidupmu :::





Sang bayu..tolong kabarkan padanya, aku teringat dirinya!

6 06 2007

 

seandainya saja,
dia mau mengendapkan,
menolong tanpa diawali dengan permohonan,
mengurangi sedikit saja ego dikepala,
mematikan amarahnya,

tidak untuk mengajarimu,
bukan menjadikanmu tahu,
hanya kembali mengingatkanmu,

bila selama ini ,
kasih pada sesamamu,
meneguhkanmu,

kini saatnya,
kala beban terberatmu,
beradu dengan kubu berlawanan,
menghimpitmu,
lalu menghujammu,

hanya dengan bertahan,
mereduksi pikir liarmu,
dan menunjukkan..
bahwa kamu mampu berdiri,
dalam goyah juga sakitmu,
untuk memberi,
melayani,

jangan pernah merasa dikebiri,
karena tidak ada yang mengebirimu…

::: ketika kantor libur, dan aku teringat tentangmu :::





E.M.K.A

6 06 2007

dan terjadilah sudah,
sebuah peperangan,
dalam ke-invisble-an individu,
namun gelombang permusuhan itu kental terasa,
begitu menusuk,
tatap menghujam,
senyum sinis terkembang,
lalu cibir dikelebat bayang,

hei kamu,
yang terduduk,
mencuri sebentuk hati,
lalu menjadikanku sendiri,

maaf,
aku benci,
untuk mengakui,
aku menghadang selaksa menantang mentari!!!

::: untuk lelaki diantara dua wanita dewasa :::





kamu yang jumawa berbalur luka

6 06 2007

mendongakkan kepala,
angkat sedikit dagumu,
berikan tajam tatapmu,
lalu acuhkan sekitarmu..

tambahkan sedikit egomu,
berlarilah mengejar sang kala,

jumawamu itu tidak berlaku,
diantara hiruk hidupku,
juga sesak harimu,

berikan saja jumawa itu,
tebarkan saja pesonamu,
lemparkan saja kenangan itu,
biarkan dirimu berlalu…

karena aku tidak akan pernah mengejarmu,
meski engkau adalah suatu senja di pagihari….
walaupun dirimu tetap sebuah pesona dilagu ini..
sayang,
aku sengaja tak lagi ingin menyentuhmu…

jumawa dan egomu,
memuakkanku!!

maaf,
aku bisa bertahan,
aku tetap melanjutkan hidupku,
karena tak denganmu ku bagi hati…

::: untuk dia yang jumawa dan membuat dirinya terluka :::





Hello world!

6 06 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!