tentang ’sundal’

12 06 2007

ketika angin berhembus,
membisikkan kabar,
akan dia,

sosok tersilap sempurna,
sebagian memberikan cap jumawa,
dia hanya manusia,

mungkin saja,
ketika mulut berujar “dia bukanlah dia”,
atau kala pesan tersampaikan “dia adalah misteri, bersaput dusta juga nestapa”,
belum lagi bisik itu sirna ketika perbincangan di ujung sana terbentang “dia layaknyanya sundal, sudah terbuktikan tak terbantahkan”,

dan aku bertanya,
benarkah dirimu sundal?

::: aku ingin menemukan jawaban itu, aku lelah selalu mendengar bisik mereka :::





sempurna

12 06 2007

Mulutmu tajam,

seakan kau lebih baik dari aku,

lebih baik dari segalanya,

atau kau memang sempurna?

aku bukan untuk kau maki,

salahkan saja bila kelak aku meninggalkan kamu,

memangku bosan memilikimu,

Tak pernah kupahami,

semuanya selalu salah dimatamu,

dimana rasa itu?

seakan kau tak pernah sekalipun mencintaiku,

Jika kau kira,

aku berat untuk meninggalkanmu,

jangan salah,

kita lihat siapa yang akan menangis!

Apa arti cinta?

jika sebuah kata maaf sudah tak berarti,

mulut dan hatimu tak lagi seindah namanya,

yang menghiasi tubuhmu,

Akhiri saja semua!

sebelum terjadi…

akhiri saja semua

::: brenation :::