hanya dara

19 06 2007

terduduk,

beratapkan langit,

dihamparan luas,

menikmati lalu lalang melintas,

mendengarkan gelak tawa,

juga urai air mata,

sobat,

perjumpaanku dengannya bukanlah kuasaku,

ceritaku bersamanya hanyalah bagian hidupku,

pertengkaran itu pun kini menjadi kisahku,

perpisahan itu kini tak terhentikan…,

aku bertutur padamu,

bukan berkeluh,

tidak pula membuatnya tersudut,

aku berkisah padamu,

bukan merengek manja,

tidak pula menjadikanku terlupa,

sobat,

malam ini begitu dingin,

sedingin malam kala aku menangis di kereta miliknya,

hanya saja,

dia menggenggam erat tanganku,

dia memberikan senyum,

dia menatapku lekat,

aku menjadi kuat dan hebat,

sobat,

aku hanya mengenangkan dirinya,

hanya dara…

::: untuk dirinya dimanapun dia kini berpijak :::