seonggok aku

19 09 2007

galauku kau tinggalkan,
teronggok di ujung jalan yang gelap,

pelitamu sempat menuntunku,
saat itu..
kala kamu berjejer di sampingku,
mengulurkan tanganmu dalam tatihku,

hingga tiba-tiba beda itu menghujam,
menjadikan kebersamaan itu menguap,
sirna tertiup angin malam,

pagiku tak lagi biru,
merah tertimbun sembilu,
kala aku tersadar,

bayangmu berkelebat menjauh..
meninggalkan wangi shampoo,
lembut pipi,
juga senyum yang menentramkan.

aku merapuh tanpamu,
pelita yang hilang dalam terang,
mengejankan tubuhku,

entah sampai kapan aku mampu bertahan dalam kehampaan

[tak ada yang mampu menjadi sepertimu]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.