pagi itu hujan rintik-rintik,
mendung masih menggelayut,
seakan malas pergi dari langit Jogjakarta,
mengawali hari minggu dengan memotret,
sejenak mencicipi teh panas dan lemper dari Godean,
lalu beranjak menyambangi pasar di pusat kota,
Beringharjo..begitu dia biasa dilafalkan,
menyelusup diantara tubuh-tubuh beradu,
melirik kiri lalu kanan,
mencari sebentuk kain,
berdasar cokelat dengan titik hitam,
orang kebanyakan menyebutnya ‘truntum’,
alkisah,
konon dulu katanya seorang putri raja menunggu suaminya dengan mengerjakan lembaran kain itu,
akhir menemukan kios kecil,
kios batik hajah sugeng,
menyapa, mencari, meraba kehalusannya,
dan pasti menawarnya…
sekian menit berlalu,
kutinggalkan kios kecil itu dan melaju,
kini seseorang menunggu di ‘pasar’ modern,
biasanya aku menyebutnya amplas!
hanya mencicipi sepotong roti,
ku gigit dan kurasakan pedasnya,
menegak softdrink,
tiba-tiba kotak mungil berbunyi,
“ayo kita berangakat”.
sebuah panggilan untuk menyambangi sebuah dusun di selatan Jogja.
yah..hari itu aku akan menikmati alunan jazz..
NGAYogjazz2007..
::: dan cerita pun akan berlanjut :::
Tante Dian ko nda ngajak2 Yak??