hanya dara

19 06 2007

terduduk,

beratapkan langit,

dihamparan luas,

menikmati lalu lalang melintas,

mendengarkan gelak tawa,

juga urai air mata,

sobat,

perjumpaanku dengannya bukanlah kuasaku,

ceritaku bersamanya hanyalah bagian hidupku,

pertengkaran itu pun kini menjadi kisahku,

perpisahan itu kini tak terhentikan…,

aku bertutur padamu,

bukan berkeluh,

tidak pula membuatnya tersudut,

aku berkisah padamu,

bukan merengek manja,

tidak pula menjadikanku terlupa,

sobat,

malam ini begitu dingin,

sedingin malam kala aku menangis di kereta miliknya,

hanya saja,

dia menggenggam erat tanganku,

dia memberikan senyum,

dia menatapku lekat,

aku menjadi kuat dan hebat,

sobat,

aku hanya mengenangkan dirinya,

hanya dara…

::: untuk dirinya dimanapun dia kini berpijak :::





tentang ’sundal’

12 06 2007

ketika angin berhembus,
membisikkan kabar,
akan dia,

sosok tersilap sempurna,
sebagian memberikan cap jumawa,
dia hanya manusia,

mungkin saja,
ketika mulut berujar “dia bukanlah dia”,
atau kala pesan tersampaikan “dia adalah misteri, bersaput dusta juga nestapa”,
belum lagi bisik itu sirna ketika perbincangan di ujung sana terbentang “dia layaknyanya sundal, sudah terbuktikan tak terbantahkan”,

dan aku bertanya,
benarkah dirimu sundal?

::: aku ingin menemukan jawaban itu, aku lelah selalu mendengar bisik mereka :::





sempurna

12 06 2007

Mulutmu tajam,

seakan kau lebih baik dari aku,

lebih baik dari segalanya,

atau kau memang sempurna?

aku bukan untuk kau maki,

salahkan saja bila kelak aku meninggalkan kamu,

memangku bosan memilikimu,

Tak pernah kupahami,

semuanya selalu salah dimatamu,

dimana rasa itu?

seakan kau tak pernah sekalipun mencintaiku,

Jika kau kira,

aku berat untuk meninggalkanmu,

jangan salah,

kita lihat siapa yang akan menangis!

Apa arti cinta?

jika sebuah kata maaf sudah tak berarti,

mulut dan hatimu tak lagi seindah namanya,

yang menghiasi tubuhmu,

Akhiri saja semua!

sebelum terjadi…

akhiri saja semua

::: brenation :::





untuk sementara..nikmatilah lara!

7 06 2007

Sementarateduhlah, hatiku

Tidak lagi jauh

Belum saatnya kau jatuh

Sementaraingat lagi mimpi

Juga janji-janji

Jangan kau ingkari lagi

 

Percayalah, hati

Lebih dari ini pernah kita lalui

Jangan henti disini

 

Sementaralupakanlah rindu

Sadarlah, hatiku

Hanya ada kau dan aku

Dan, sementaraakan kukarang cerita

Tentang mimpi jadi nyata

Untuk asa kita berdua

 

Percayalah, hati

Lebih dari ini pernah kita lalui

Takkan lagi kita mesti jauh melangkah

Nikmatilah lara

::: floatproject :::





too much this way

7 06 2007

No star-gazing late at night

And no candle light

No French-speaking, no moonlight

It just came out right

 

No wondering words to say

And no music play

It’s just simply found today

Love’s too much this way

 

Beauty’s what I’ve found in you

And true romance, too

There won’t be just “I love you”

What I’ll say to you

 

No pretending to be nice

I won’t need it twice

I will go and tell all the guys

About the magic in your eyes

 

No star-gazing late at night

And no candle light

No French-speaking, no moonlight

It just came out right

No wondering words to say

And no music play

It’s just simply found today

Love’s too much this way

 

Love’s too much this way

 

It takes no moon, it takes no sunshine

And neither June with the bluest skies

She wore no perfume, I brought no wine

My love is hers, her love is mine

 ::: floatproject :::

 





Tiap Senja

7 06 2007

Bilakah kau menepi di labuhku?

Bilakah kau menjauh?

Membentang kau jelas di sana, namun tak teraih

Kau tak datang pun tak pergi

 

Riak-riak berlabuh di pantaiku

Darahku kian menderu

Sadari tak jelas disana, apakah karenamu?

Kau tak nyata pun tak semu

 

Tidakkah cinta berkuasa?

Tak mestinya luka menghentikan langkah

Bila saatnya, hadapilah

 

Bilakah kau menepi di labuhku?

Bilakah kau menjauh?

Membentang kau jelas di sana, namun tak teraih

Kau tak datang pun tak pergi

 

Tidakkah bimbang menyiksamu

Masih banyak pulau yang dapat kau temu

Sejenak saja, hampiriku!

 

Riak-riak berlabuh di pantaiku

Darahku kian menderu

Berharapkan jelas disana, hanyalah karenamu

Tiap senja di labuhku

 

Menepilah!

Menepilah!

 

Tiap Senja

 

::: floatproject :::

 





aku tidak bisa jadi SEMUAnya

6 06 2007

dulu ketika aku masih kecil,
aku ingin jadi dokter,
sempat terpikir untuk jadi menteri,
lalu aku mengebiri semua mimpi,

terlintas ingin menjadi insinyur,
berharap menciptakan berjuta alat,
untuk membantu umat manusia,

mimpipun kandas,
ketika aku mulai melirik ‘menulis’,
belajar memotret,
bukan saja obyek mati,
tetapi potret kehidupan sekitar kita,

mendadak menyeberang,
masuk dunia hingar bingar,
industri musik,
ranah hiburan,
bergelimpangan harta juga duka,
hidupku menjadi bising,

kembali pulang,
memulai bisnis,
menekuninya,
sekian lama,
harga diri menghentikannya,

tergoda kembali,
menyambangi band-band-an..

namun aku harus memilih,

kini aku kembali menulis,
melihat,
memotret kehidupan mereka,
sesamaku,
hidupnya,
hidupku,
hidup kalian,

aku tidak bisa menjadi semuanya,

aku adalah aku,

::: I don’t be anything, but something :::





jangan pernah kalian menuliskannya sebagai “in memoriam”

6 06 2007

in memoriam

 

tanpa ada deretan kata selanjutnya,

hanya kumpulan gambar ditata,

beriring dentingan nada.

 

begitu menyayat,

mengingat polah tingkah,

juga kesungguhan mereka,

kala itu…

 

menyanyikannya dengan hati,

melagukannya dengan rasa,

memainkannya berselimut jiwa.

 

tiada kepura-an,

kala mereka harus menangis,

saat mereka tertunduk,

atau berteriak marah,

bergerak dan terus bergerak,

hempaskan lara..

 

yang terekam jelas dalam suatu senja di pagihari,

dan terujar di deretan hari ini kami mencintai diri kami sendiri,

 

itu bukanlah kematian yang harus dikenangkan,

itu hanyalah bagian kehidupan,

 

itu bukan “in memoriam “, kawan…

itu adalah pieces of life…





saya bukan pecundang, saya hanya memilih patah hati

6 06 2007

saya merasakan kesepian sangat,
saya lirih berujar,
saya merindukannya,

saya menjadi tidak berkuasa akan diri saya,
saya terhimpit,
dan hari-hari belakangan ini,
saya disudutkan kenyataan,

saya bahagia ketika bersamanya,
saya menjadi manusia yang utuh dan merasa,

namun,
saya menjadi egois,
saya meninggalkan kehidupan saya yang biasanya,
saya terlupa akan teman,
saya ingin memiliki yang bukan milik saya,
saya bersimpuh dalam pelukan hangat,
saya terluka bila tak menatapnya,
saya dimanjakan oleh senyum indahnya,
saya terpenjara dalam mimpi untuk menemaninya,
saya bersalah untuk itu..

saya sudah berjuang untuk cinta yang saya yakini,
untuk memahami dirinya,
dengan setiap keterbatasan saya,
maaf,
saya terlalu bodoh,
saya membuatmu sesak,
saya juga terdesak,

dan hari ini saya memilih untuk patah hati.

saya menyayangimu kemarin, hari ini, esok dan lusa nanti…
sungguh,
hanya saya tahu, kamu bukan untukku,
kamu terlalu sempurna,
untuk sosok hina,
seperti saya,
maaf,
saya menyimpan dengan rapi cinta saya untukmu,
kini dan kelak.

::: terima kasih aku boleh mengenalmu :::





meski PSK, saya idealis!

6 06 2007

apapun hasilnya yang penting selalu berkarya dan berkarya
karena hidup bukan untuk mengeluh lalu mengaduh
melainkan untuk bekerja membalik tanah,
mengukir cakrawala,
dan memasuki rahasia semesta,
hingga dapat kita pahami…
untuk apa kita hadir di dunia.

mari terus berkarya..

::: untuk teman-teman dan saya sendiri yang menjadi PSK :::